Sayangnya dalam usia muda, 41 tahun karir politik dan perjuangnya berakhir. Setelah Peristiwa Madiun 1948, pemerintahan Hatta menuduh PKI berupaya membentuk negara komunis di Madiun dan menyatakan perang terhadap mereka. Amir Sjarifuddin, sebagai salah seorang tokoh PKI, yang pada saat peristiwa Madiun meletus sedang berada di Yogyakarta dalam rangka kongres Serikat Buruh Kereta Api (SBKA) turut ditangkap beserta beberapa kawannya. Padahal indikasi keterlibatannya di peristiwa Madiun masih samar dan ia dieksekusi tanpa diadili. Dalam buku "Berbagai Fakta dan Kesaksian Sekitar Peristiwa Madiun" , dituliskan bahwa sebenarnya Presiden Soekarno sudah mengeluarkan veto agar Amir Sjarifuddin dan kawan-kawannya tidak ditembak mati, namun militer bertindak lain.
Komentar
Posting Komentar